0

Visitor of heart

Posted by Unknown on 05.24 in

Aku pernah terdampar disuatu pulau.
Pulau yg tak ada seorang pun di dalamnya.
Tp aku melihat ada jejak kaki yg tersisa.
Jejak kaki yg masih terlihat sekali cekungannya.
Menandakan pulau itu baru saja ditinggalkan oleh penghuninya.

Ku kira, dengan mengunjungi pulau ini akan mendapat pengalaman yg mengesankan.
Pengalaman yg indah dan tak akan bisa dilupakan.

Tp nyatanya, aku tak pernah di jamu.
Tak pernah dianggap layaknya tamu.

Mungkin, perlu penyesuaian diri
Dan perlu waktu untuk memantapkan hati

Harapanku hanya satu.
Semoga kunjunganku ini bukan hanya menjadi turis, tapi menjadi penduduk di pulaumu.

0

Aku Takut

Posted by Unknown on 15.09 in , , ,





pagi ini kabutnya sangat tebal. pandanganku samar, tak jelas kemana aku harus melangkah. langkahku terhuyung-huyung dan tanganku mencoba meraih apa saja yang ada di depanku. berusaha melebarkan pupil mataku tapi tak ada hasil yang berarti.
bahkan ini seperti terkena fogging. aku mencoba memejamkan mata dan menarik nafas besar, berharap semua ini hanya mimpi.
setelah aku membuka mata, ada seseorang dibalik kabut itu, ya.. tangannya menjulur ke depan bermaksud untuk menyambutku. tapi wajahnya samar, tak jelas.

... dan tiba-tiba .. suara ayam berkokok yang sangat keras membangunkanku.

-------- ## ---------

"ah., sial!! belum sempet lihat wajah orang itu, apa dia pangeranku ya? hihi"
mungkin aku gila. ya, aku mempunyai sahabat pria. aku menyukainya, aku sayang padanya seperti rasa kepada sahabat pada umumnya, awalnya.

namanya Ridho, seperti arti dari namanya orangnya pun selalu ikhlas. ikhlas dalam bertindak, ikhlas dalam menghadapi sahabat sepertiku dan yang pasti senyum yang selalu muncul diwajahnya sejuk, adem dilihat. terbukti dari tata cara dia berbicara, sangat santun.
180° bertolak belakang dengan tabiatku.
tanpa disadari aku mengaguminya, aku menaruh rasa padanya. wanita mana yang sanggup menahan hati jika diperlakukan seperti ini?

bahkan terkadang pikiranku bertanya, 
"mengapa harus dia sahabatku?"
"mengapa harus aku yang merasakan ini?"
"mengapa harus kita bertemu sebagai sahabat?"
"mengapa? mengapa? mengapa?"

tapi bagaimanapun, dia tak boleh tau perasaanku. biarlah aku menahan rasa sakit ini. sakit ya? iya. setiap dia bersama perempuan lain rasanya hati ini seperti tersayat. maklum, aku baru pertama kali jatuh cinta.
dan.. sialnya aku jatuh cinta pada sahabatku.

aku mengenalnya sejak kita duduk di bangku sekolah dasar hingga saat ini. sekolahnya pun di sekolah yang sama, universitasnya juga di kampus yang sama. entah mengapa aku tak kunjung jenuh bertemu dengannya setiap hari. mungkin, karena si kutu yang bernama CINTA itu.

-------- ## ---------

oke, mungkin jika aku mengungkapkan isi hatiku kepadanya ada 2 kemungkinan dampaknya. pertama, keadaan tak akan sama seperti biasanya. rasa canggung itu pasti muncul. menghindar? mungkin saja itu yang dia lakukan. kedua, respon dia positif. semakin mendekat? itu malah lebih baik. tapi dari pada selalu menerka yang tak pasti, lebih baik aku DIAM.
biarkan ini akan menjadi rahasia, entah sampai kapan. cukup aku yang tau.

aku tak ingin sikapnya kepadaku berubah. aku tak ingin dia menjauh. toh nanti jikalau pada akhirnya dia tau, hanya 1 hal yang bisa menjawab pertanyaannya.

Karena aku tak mau kehilanganmu..


0

Apa Salahku?

Posted by Unknown on 11.45 in


Apa salahku
Kau buat begini
Kau tarik ulur hatiku
Hingga sakit yang ku rasa ...

*D'masiv - apa salahku

galau? enggak
sakit hati? hmm.. enggak
bingung? iya, sedikit
masalah asmara? bukan
lalu??

aku terdiam sedari tadi di balkon rumah. duduk termenung atas apa yang aku alami saat ini. ya, pikiranku kacau bak benang kusut tiada berujung. perubahan itu drastis, sangat drastis.
aku hanya heran, bagaimana bisa? orang yang dulu selalu meriuhkan suasana dengan canda tawanya, dengan kisah-kisah hidupnya, kini tak bersuara, diam, membisu, SENYAP.

..dan celakanya itu terjadi padaku.

 aku tak tau bagaimana seharusnya menyikapimu. bagaimana ekspresi ini di hadapanmu. canggung, ya tentu. itu yang kurasakan saat ini. lebih baik kita seperti orang yang tak saling kenal dari pada harus sama-sama bungkam.

sungguh...

sangat menyiksa..

aku mencoba menerka-nerka. mungkin dia sudah bosan, mungkin dia sedang badmood , atau kemungkinan dia juga sedang dirundung masalah.
tapi, apa hubungannya denganku?
inginku bertanya, inginku meluruskan apa maksud dari semua ini.
tapi saat bibir ini akan terbuka, rasanya kaku. lidah ini tak bisa digerakkan. aku selalu tak bisa melakukannya. hatiku bergemuruh, dag dig dug seperti gunung merapi yang sedang erupsi.

oh ya Allah..
bertahun-tahun aku mengenalnya, baru kali ini sikapnya dingin. acuh tak acuh. masa bodoh.
pandangannya pun seperti tatapan elang yang akan menerkam mangsanya, penuh kebencian.
sekalipun kau berbicara kepadaku, sangat minim. itupun karena urusan penting. ohh.. rasanya ingin menangis sejadi-jadinya.
melihat tatapanmu pun, rasanya hati ini ingin sekali marah padamu. ingin sekali teriak dihadapanmu. teriakan agar kita bisa bersama-sama lagi. layaknya bunga dan tangkainya. karena tanpa tangkai, bunga tak akan mampu menopang tubuhnya.

sahabat..
jika aku salah, maka tegurlah..
jika aku menyakitimu, utarakan isi hatimu..
jika aku mulai berubah, sentil aku dengan ucapmu..

jangan diam..
jangan bungkam..
jangan terus membisu..
aku tak sanggup jika harus terus-menerus menutup mulut..

mari, kembali melangkah bersama. saling melempar tawa, dan bersama kita nikmati indahnya dunia.


0

who cares?

Posted by Unknown on 11.24 in , ,




aku duduk mematung di kursi panjang sebuah taman anggrek. mataku berputar ke kanan-kiri-atas-bawah.
idiot memang, aku seperti mencari-cari, menelaah apa perbuatanku tadi benar atau salah.
hatiku gelisah, gundah, tak tenang rasanya.
aku menggigit bibir bawahku sambil berpikir bagaimana kalau.. bagaimana kalau..
seluruh isi otakku penuh dengan asumsi negatif.

kakiku tak berhenti bergoyang, berulangkali aku mencoba membenahi cara dudukku tapi titik nyaman itu tak pernah sampai.
sungguh, tak pernah sekalipun dalam hidupku merasakan seperti ini.
bahkan, detak jantungku pun berdetak sangat kencang, seperti maling yang dikejar orang sekampung.
jari tangan ini tak pernah diam, selalu menyambut jari tangan yang lain untuk saling memainkan, entah itu menekan ataupun memainkan kukunya.

apa yang sebenarnya terjadi?
bodoh! aku bodoh sekali.
mengapa aku berbuat seperti itu.

pohon, daun, dan angin pun seperti memberi isyarat bahwa aku terlalu gegabah mengambil keputusan.
suasana yang begitu lengkap menambah kegelisahan diri.

dari kejauhan nampak siluet dibalik sinar. ya, siluet seorang pria yang melambaikan tangannya.
perlahan bayangan itu semakin mendekat dengan mengirimkan suara yang samar-samar terhalang angin.
aku bingung harus memasang muka yang seperti apa. ingin sekali rasanya lari dan tak bertemu dengannya lagi. maksud hati ingin berdiri, tapi entah mengapa kaki ini seperti tertarik oleh gravitasi bumi. seakan ada magnet yang menempel antara kutub utara dan kutub selatan.

suara itu sangat dekat. dan... plok!!! oh Tuhan.. mengapa harus sekarang?
pria itu menepuk bahuku sambil berkata, "Surat apa ini? apakah surat cinta? for me?"
aww.. seluruh darahku rasanya naik hingga ke ubun-ubun. mataku terbelalak. rasanya ingin sekali siapapun menembakkan pistolnya ke arahku. aku mati kata. ah.. mimik muka seperti apa yang akan aku tampilkan?

aku lari sekencang-kencangnya. berharap segera tiba di planet neptunus.
aku malu. aku canggung. but, who cares about my feeling??



** terinspirasi dari emansipasi cinta wanita jaman sekarang **

0

ketika lama bertemu #2

Posted by Unknown on 09.42 in ,

Kucoret tinta merah di kalender
Kuhitung hari demi hari
Rasanya tak kuasa ku menanti
Kini tiba saatnya aku mengetahui
"Lama" ku telah kembali



"akhirnyaa.. sekian lamaaa ih ngga sabar deh", batinku.
malam itu, malam yang ingin aku buatkan tanda penghargaan, bahkan ingin sekali ku menulis dilengkapi dengan figura agar bisa kupajang di dinding kamarku agar tidak melupakan malam dimana semua pertanyaanku akan terjawab, semua rasa penasaranku akan terobati.

Sabtu, 6 Februari 2016
arya mengajakku untuk bertemu. tentu, dengan senang hati aku menerima ajakan itu. tanpa banyak bertanya dimana kita akan bertemu, aku langsung menentukan tempat dimana aku bisa melihat semangatku lagi.
agresif memang, karena selama ini nggak ada yang bisa mengajakku untuk pergi berdua. bahkan hanya untuk sekedar makan malam. selalu saja aku menolak dengan beralasan mengerjakan tugas kuliah hfft...

arya, kita ketemu jam 7 malem aja ya di Cowboy cafe..
(15.56)

arya is typing...

langsung pesen minuman aja, biar nggak kelamaan hehe
(15.56)

iya iya beres.. kamu dandan yg cantik ya :)
(15.57)

siapdeh, apasih yg nggak buat kamu :p
(15.58) 


Kuhempaskan badanku ke kasur dan membayangkan bagaimana kira-kira kalau nanti aku berhadapan langsung dengan Arya, bagaimana perasaanku waktu memandangnya. sepanjang hari aku senyum-senyum sendiri seperti telah mendapatkan medali.

waktu terus mendetakkan jarumnya dan kini tiba saatnya aku untuk bertemu dengannya. gaun merah berhiaskan manik-manik dan lace dibagian bawah menambah kepercayaan diriku. semua kenangan ketika kita bersama telah kubawa, seperti kotak musik pemberianmu, bando ungu yang kita pakai bersama saat nonton konser band kesukaanmu, ungu.


tari, aku jalan sekarang yaa..
(18.40)


setelah melihat pesanmu, aku bergegas berangkat dengan scooter miniku. 

"Arya mana sih dari tadi kok nggak nyampe-nyampe..", batinku.


Arya, kamu sampe mana? aku uda didalem cafe ya.
gaun warna merah..
(19.12)

centang dua. tanda pesanku sudah terbaca. 

"oh, mungkin dia lagi dijalan..", ucapku.

----

dari kejauhan tampak seseorang sedang melambaikan tangannya.
cowok berbaju biru denim lengkap dengan celana hitam daaan.. berkacamata.
setelah melihat kacamatanya mengingatkanku pada seseorang. ya, yang berkacamata adalah Nindra. saudara kembar Arya.

"haloo Mentari.. apa kabar?", ucap Nindra sambil melayangkan senyum lebarnya ke mukaku dan menjabat tanganku.

"eh halo. Nindra ya? Arya mana?", ucapku langsung mencari Arya.

"Arya... hmm.."

"Arya kenapa ndra??, tanyaku penasaran.



Bersambung...
penasaran kelanjutannya? tunggu postingan selanjutnya yaa.. :D
sebelumnya #1 : ketika lama bertemu 1

0

Hati bukan mainan

Posted by Unknown on 13.20 in


"assalamualaikum.."
sapaan yang pertama kali kulihat dari percakapanmu setelah sekian lama kau menghilang.
memang, kulihat sudah 3 hari yang lalu kau meninggalkan pesan chatmu itu.
beberapa hari belakangan ini kau rajin sekali menghubungiku. kau selalu meninggalkan stiker/like di beberapa postinganku dan aku tak sadar bahwa itu kau.

setelah melihat pesanmu, baru aku penasaran untuk menelisik sebenarnya siapa dirimu. ya, kau adalah teman masa laluku. memang, tak ada yang namanya mantan teman. tapi pertemanan kita tidak seperti yang lain, yang bisa berlanjut lama. bisa dibilang kita hanya kebetulan berteman.

"oo.. ternyata kamu..", gumamku sambil menyeruput coklat panas yang sedari tadi mematung diatas meja.
ya, aku baru menyadarinya setelah melihat foto profilmu, dan sialnya aku pun tak tahu siapa nama lengkapmu hingga aku tak mengenalimu. karena begitu antusias, aku pun membalas pesanmu.

"waalaikumsalam :) halo apa kabar?", balasku.

3 hari kemudian kau membalas
"kabarku baik, kamu gimana? kuliah dimana sekarang?", timbalnya.

dan percapakapan itu terus berlanjut hingga sekitar 5 bulan. kau tak pernah lengah untuk chatting denganku.

---- u ----


Di senja hari aku menatap langit yang berhiaskan banyak bintang, tak lupa menggenggam ponsel berwarna merah jambu yang sedari tadi berbunyi tanda banyak pesan yang masuk. indahnya langit yang menemaniku di malam itu akan menjadi meriah, waktu tengah malam akan dihiasi gebyar kembang api.
ya, malam itu adalah malam tahun baru. aku berharap pada malam itu ada yang mengajakku untuk sekedar melihat kembang api, melewati moment pergantian tahun yang sedikit berkesan dari pada tahun lalu.
memang 2 tahun lalu aku melewati masa pergantian tahun hanya duduk di kursi depan rumah.
dan benar saja, dia mengajakku untuk keluar. namanya bintang. orang yang dulu pernah menjadi teman dekatku, kini mendekatkan diri lagi kepadaku.
entah aku merasa nyaman kalau chattingan bersamanya.

tapi mungkin aku terlalu berharap, padahal kau hanya bercanda untuk mengajak keluar. dia berada diluar kota untuk menyelasaikan tugas kuliahnya.
aku berdiri mematung diluar rumah, sesekali melihat ponsel yang berdering. banyak sekali pesan yang masuk. ucapan selamat tahun baru berdatangan.

Tahun Baru telah tiba. kembang api menghiasi langit yang sangat indah, bertolak belakang denganku yang malam ini merasa kesepian

---- u ----

Tahun baru, aku pun berharap akan menjadi tahun yang lebih baik dari yang lalu. aku menganggap kehadiranmu adalah salah satu tanda permulaan yang baik di tahun ini. aku merasa nyaman denganmu, begitu juga dirimu.

disaat malam itu kebetulan malam minggu, malam yang selalu diistimewakan oleh kaum muda untuk menikmati akhir pekan bersama sahabat, teman, bahkan dengan pasangan.
angin dimalam itu memberiku isyarat bahwa akan ada pangeran yang menjemputku, mengendarai kuda putihnya dengan gagah dan mengajakku keliling dunia.

dan benar saja, kamu. iya kamu bintang. datang kerumahku. bedanya hanya tidak mengendarai kuda putih.
dan setelah bertengger lama di depan rumah..

"tasya, cari makan yuk. laper nih", ajaknya.

"boleh.. mau kemana bin?", jawabku

"yang deket-deket aja, uda laper berat nih", ucapnya menggerutu sambil mengelus perutnya.

"yaudah yuk..!!"

hari itu, malam itu, adalah malam yang mungkin tak akan terlupakan di hidupku. perhatianmu, tutur katamu yang lembut, canda tawa bersama. hanya bulan yang menjadi saksi bisu, yang mungkin hanya dia yang tau betapa gembiranya hatiku.


---- u ----

hampir setahun pertemanan kita terjalin kembali, aku merasakan hal yang berbeda. sepertinya, hatiku bergejolak ketika melihat namamu. detak jantung pun terasa berdenyut kencang ketika di dekatmu.
tapi suatu hari, tanpa ada angin atau badai. hujanpun tidak.
kau menghilang, begitu saja. semua usaha telah ku lakukan untuk mencari dimana dirimu, tapi sia-sia.
bagai disedot oleh pesawat UFO milik alien, kau menghilang tanpa jejak.


---- u ----

bagai mimpi di siang bolong, kemana perginya dia? datang dengan tiba-tiba dan pergipun dengan tiba-tiba.
baiklah, aku sudah terbunuh kali ini. aku menyerah.
untuk kamu yang pernah mengisi hati ini meskipun hanya sekejap. terima kasih telah mengajarkanku untuk siap kehilangan dalam keadaan apapun.
semoga kamu bahagia disana.




*nb : cerita kembangan dari bacaan kau, pembunuh!!
 jangan lupa tinggalkan komentar yaa dear :D

0

Baperan sih!

Posted by Unknown on 11.26 in , ,


pernah denger kata "BAPER" kan?
pasti dong, lagi hits banget tuh kata-katanya haha. dikit-dikit "jangan baper dong", "nih buat kamu yang suka baperan (ngetag gambar di instagram)".
bukan sodaranya laper, lemper apalagi camer #eh
bisa diartiin gini juga :



kamu termasuk orang yang baperan nggak?
kalo aku sih iya *gak ada yang tanya :v
Baper berasal dari kata ba- dan -per, kalo digabung jadinya baper wkwkw *gapenting*
Baper itu singkatan dari Bawa Perasaan. bukan perasaannya yang dibawa kemana-mana, maksudnya perasaanya itu sensitif.
rasa baper itu sendiri muncul karena orangnya sendiri yang suka main perasaan, bukan, bukan main hati loh ya haha. misal nih, ada temen cowokmu yang kebetulan gantengnya kayak Aliando yang tiba-tiba ngechat kamu nanyain tugas, padahal dia ngechat biasa tapi kamunya yang baper #nah wkwk

"ih.. dia ngechat aku loh, tumben-tumbenan. duh seneng deh rasanya, nggak biasanya nih.." (senyum-senyum terus seharian). padahal mah dia ngechat kamu soalnya kebetulan kamu anak yang paling rajin nyatet tugas kalo dikelas, nyesek banget kan :"D

ada lagi nih, tiap hari - pagi - siang - sore - malem - dini, dini hari maksudnya. ngechaaaaaaaat mulu nggak ada jedanya haha
nanyain uda makan lah, udah mandi lah, udah tidur lah, emg kalo belum mandi mau mandiin? haha
ya emang sih kemungkinan doi ada rasa sama kamu, tp kan masih kemungkinan.
siapa tau dia kayak gitu cuman buat hiburan aja. badut kali ah hiburan -_-
ntar kalo yang cewek  udah terlanjur suka sampe setengah mati, khawatir sama si cowok sampe kayak emak kehilangan anaknya. trus si cowok responnya cuman biasa aja. timbullah kata PHP
kalo kaya gini siapa yang salah?
ya dua-duanya, yang satu baperan, yang satunya lagi suka kasih PHP. hmm lah anak muda jaman sekarang ckckck

*kalo aku di posisi si cewek juga pasti baper* wkwkwk #FYI

sebenernya baper itu sih udah ada sejak jaman dahulu, cuman baru sekarang aja lagi ngehits kata-kata itu. dan secara nggak langsung jadi ngedoktrin kita buat baper. jadilah populasi baper yang mendunia #tsaaaaaah

coba kalo dimarahin emak, pasti baper kan?
dimarahin guru, baper kan?
cuman semakin kesini semakin marak baper yang disangkut pautinsama si cinta haha, jadilah pemuda yang galau karena kebaperannya :v

maka dari itu hai kawula muda, kalo bisa usahain jangan jadi kaum baperan ya *termasuk saya* wkwkw soalnya efek baper itu nggak tanggung-tanggung loh. bisa merusak masa depan. narkoba kali ah -_-
efek baper ini nih contohnya :

1. Stress
setelah tau kalo si doi udah nggak ngechat lagi kayak dulu, pusingnya setengah mati. mulai stalking sana-sini, liatin semua medsos, dari yang facebook sampe instagram.
tiap hari pokoknya cuman dia lah, obatnya ya cuman ucapan dari dia.. duh duh #resah ta pean? :v

2. Banyak berandai-andai
seandainya kalo dulu aku nggak nanggepin, seandainya aku nggak baper, seandainya.. seandainya dan seandainya. ini nih yang bikin hidupmu nggak bersyukur.

nahloh kalo udah kayak gitu siapa yang mau tanggung jawab?
maka dari itu xobb, kalo misal sekiranya ada yang berpotensi bisa bikin baper, langsung aja yakinin diri, gausa baper (ngomong sama hati), nggak usah terlalu lebay ditanggepinnya, biasa aja.
yuk sama-sama kurangi populasi baper di dunia ini, biar anak muda mikirnya nggak baper mulu wkwk
kan kasian hatimu :p hihi

oke sekian dulu ya, semoga bermanfaat




270116


Copyright © 2009 Journey of Life All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.